Selasa, 06 Juli 2021

Airlangga-Suharso: Lanjutkan Kesamaan Partai Di Masa Depan

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto Bertemu Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa di Kantor DPP Golkar (Sumber: Instagram)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu dengan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa untuk membahas ekonomi dan pembangunan di kantor DPP Golkar, Selasa (30/3/2021).

“Partai Golkar dan PPP telah menyepakati pembentukan tim dalam persiapan menuju RPJP 2025-2045,” ujar Airlangga.

Menurutnya, pemerintah memfokuskan pada penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan pertumbuhan ekonomi sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk memulai kembali perekonomian pascapandemi.

“Target pemulihan pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen pada tahun 2023, selanjutnya mengarah pada urban development. Ini membutuhkan perencanaan mendalam,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu.

Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengatakan, RPJP 2024 perlu dilanjutkan pada 2025-20245 karena rencana pembangunan jangka menengah 2020-2024 merupakan bagian terakhir dari RPJP 2005-2024.

“Hal tersebut sama-sama dibidani oleh PPP dan Partai Golkar, kesamaan sejak membentuk undang-undang saat itu ingin kami lanjutkan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Suharso juga menyinggung kedua partai tersebut memiliki kesamaan yakni partai go public yang dapat dipimpin oleh siapapun sepanjang diterima oleh partai dan hal-hal lain terkait persoalan politik nasional.

“Kita ini sama-sama partai yang terbuka dan bisa dipimpin siapa pun selain itu, Golkar dan PPP merupakan partai yang sama-sama berada di tengah,” katanya.

Ia mengungkapkan, kedua partai tersebut memiliki keyakinan yang sama dalam pembangunan Indonesia di masa depan meski di tengah kondisi pandemi Covid-19.

(HMD/IJS)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Leave a Replay

Kuasa Hukum Gunawan Raka memberikan keterangan kepada wartawan

Terdesak Lantaran Utang, PT Grama Bazita Pailit

JAKARTA – Sejumlah debitur mempertanyakan itikat baik Perusahaan Konstruksi PT Grama Bazita dalam menyelesaikan sejumlah utangnya. Ini terlihat dengan tidak adanya proposal perdamaian yang disampaikan