Selasa, 06 Juli 2021

Pengamat: Megawati Pensiun, Puan di Pilpres, Jokowi Jadi Ketum

Megawati Pensiun, Puan Di Pilpres 2024, Jokowi Jadi Ketum PDIP (Sumber: Istimewa)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai layak gantikan posisi Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setelah masa baktinya selesai di tahun 2024.

Pengamat politik Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara mengungkapkan, terdapat beberapa strategi dari Megawati untuk masa depan partai berlogo banteng tersebut.

Menurutnya, berdasarkan pernyataan presiden Republik Indonesia ke-5 yang mengatakan bahwa dirinya tidak masalah digantikan oleh orang lain di kursi tertinggi PDIP.

“Permasalahannya tinggal siapa sosok yang dianggap layak gantikan posisi ketua umum PDIP. Selanjutnya siapa yang layak jadi jagoan capres-cawapres PDIP di Pilpres 2024 mendatang,” ujarnya, Minggu (4/4/2021).

Igor memprediksi, Ketua DPR RI Puan Maharani akan dipersiapkan untuk maju bertarung di Pilpres 2024, namun hal itu juga masih perlu pertimbangan karena PDIP memiliki Ganjar Pranowo yang sudah terbukti memiliki elektabilitas yang bagus.

“Strategi terbaik untuk PDIP, menjadikan Jokowi sebagai ketua umum partai karena kharisma Pak Jokowi yang begitu kuat dapat mempertahankan PDIP di dunia politik Indonesia,” katanya.

Terdapat beberapa nama lain untuk menggantikan Megawati sebagai ketua umum PDIP diantaranya, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, juga Puan Maharani.

“PDIP tentu ingin melanjutkan tren berkuasa di masa depan, yang jelas mundurnya Megawati akan membuat guncangan kecil di tubuh PDIP. Hal yang wajar ketika tokoh terkuat partai politik mundur dari jabatannya,” pungkasnya.

(HMD/IJS)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Leave a Replay

Kuasa Hukum Gunawan Raka memberikan keterangan kepada wartawan

Terdesak Lantaran Utang, PT Grama Bazita Pailit

JAKARTA – Sejumlah debitur mempertanyakan itikat baik Perusahaan Konstruksi PT Grama Bazita dalam menyelesaikan sejumlah utangnya. Ini terlihat dengan tidak adanya proposal perdamaian yang disampaikan